Jumat, 24 Desember 2010

Gunung Merapi Yogyakarta

Pasca Letusan Gunung Merapi, Yogya diguyur Hujan
Sabtu, 30 Oktober 2010- 21:08 WIB
Misbaol Munir-Okezone



Pada hari Sabtu (30/10/2010) Yogyakarta dihujani debu akibat letusan Gunung Merapi yang sangat tebal, dan Sabtu malam Kota Yogyakarta diguyur hujan air.

Hujan malam ini disambut antusias warga Yogya. Mereka menilai hujan dapat menghilangkan abu vulkanik yang ada di sekitar rumah mereka pascaletusan gunung termuda di Pulau Jawa itu.



Namun cuaca ini tidak bisa dinikmati oleh para pengungsi. Mereka harus melindungi tubuhnya karena dinginnya angin dan cuaca hujan ini. Mereka hanya berharap agar Merapi tidak lagi mengeluarkan wedus gembel.

Akibat hujan debu aktivas warga menjadi terhambat. Bahkan sektor ekonomi seperti pasar tradisional sepi.
Para pedagang dan pembeli memilih untuk berada di rumah. Kalau pun ada hanya sebagian kecil dari aktivitas perdagangan terlihat.
Misteri Dibalik Letusan Gunung Merapi Di Jogjakarta
Oct 26th 2010
Wihans.web.id
Salah satu gunung vulkanik yang aktif di Indonesia adalah Gunung Merapi. Gunung yag terkenal hingga macanegara ini menyiratkan beribu misteri yang fantastis. Secara geografis gunung ini, sebelah selatan terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta sedangkan bagian utara terletak di wilayah kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Letusan lava dan abu vulkanik yang bisa datang tiba-tiba dan sulit diprediksi, menjadikan daya tarik bagi ahli vulkanologi yang berasal dari nasional dan mancanegara. Berbagai alat canggih pun dipasang hingga sampai puncak Garuda (puncak tertinggi Gunung Merapi) untuk mendeteksi dan merekam setiap fenomena alam yang terjadi.
Meskipun segala peralatan tergolong canggih dan mutakhir, namun sering kali gagal untuk merekam kejadian-kejadian yang sulit diprediksi di sana bahkan sering kali peralatan tersebut mengalami kerusakan akibat akibat muntahan aliiran lava dan lahar dingin.
Konon keanehan gunung ini terkait dengan misteri dan mitos-mitos yang menyelimutinya. Gunung yang membentangkan garis imajiner dengan Tugu Yogyakarta, Kraton Ngayogyakarta, Panggung Krapyak, dan Laut Selatan merupakan sebuah istana tempat bersemayamnya raja-raja Yogyakarta. Kepercayaan ini ditandai dengan labuhan alit yang dilakukan setiap tahun sekali dan labuhan ageng yang dilakukan pada tahun tertentu.
Secara etnografis kawasan Gunung Merapi telah berubah menjadi objek wisata dan ladang bisnis yang menggiurkan. Secara garis besar dapat dibedakan ke depan zona Barat dan Zona Timur. Zona timur terkenal dengan sosok Mbah Marijan Sebagai pemimpinnya dengan menawarkan jalur pendakian melewati dusun Kinahrejo.
Dahulu wilayah ini dekat dengan “Mbebeng” sebagai pusat eksotisme alam tanpa batas, namun semenjak runtuhnya Geger Boyo (Bukit penanggul leher di Gunung Merapi) pada sekitar tahun 2006, kawasan ini berubah menjadi lautan pasir dan bongkahan batu-batu besar dari muntahan lahar dingin. Tempat ini sekarang dikenal dengan objek Lava Tour. Di sebelah barat tempat tersebut terdapat Watu Gajah yang merupakan sebuah batu yang berasal dari letusan Gunung Merapi berukuran besar dan dikurung sebagai symbol keramat.
Karena semakin banyak wisatawan yang hadir, maka pemerintah kabupaten membangun areal parkir, dan Gedung Bunder (gedung serbaguna), serta lapak-lapak tempat warga sekitar berjaulan makanan ringan dan cenderamata.
Zona timur juga terkenal dengan Kali Kuning sebagai bumi perkemahan dan zona camping. Letaknya berada di lembah di antara jurang-jurang terjal di pinggir aliran sungai kuning. Merupakan tempat favorit bagi masyarakat Jogja untuk berteduh ditenda-tenda yang mereka buat di bawah pohon-pohon pinus yang rindang menjulang. Tempat ini juga digunakan sebagai aktivitas outbond dan tadabur alam.
Selain itu kawasan tersebut juga terkenal dengan Goa Jepang (Goa Yang berada diantara tebing-tebing curam) dan Merapi Golf, sebagai padang golf elite. Banyak losmen-losmen didirikan untuk memanjakan para wisatawan yang berkunjung di Zona Timur dengan harga yang elatif murah.
Zona barat lebih dikenal dengan kawasan Kaliurang. Kaliurang menyajikan sebuat mountainpolitan karena nuansa bisnis yang sangat kental. Berbagai hotel dan vila dibangun bagaikan puncak di Bogor. Aktivitas-aktivitas diklat dan pertemuan bisnis bertaraf local hingga nasional sering kali digelar disana. Arena hiburan bernuansa pegunungan pun juga dibangun sebagi penyangga. Apabila kita hendak melihat kegagahan Gunung Merapi bisa melaui Gardu Pandang dan Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang.
Jika beruntung dan tidak ada kabut yang menghalangi, Gunung ini Nampak terlihat kokoh sebagai penyangga langit kota Yogyakarta. Merapat lagi kesebelah timur, maka akan ditemui Telogo Putri nan eksotis. Area taman yang luas dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang dengan biaya tiket masuk yang sangat murah, menjadikan kawasan ini menjadi objek yang layak dikunjungi.
Kawanan kera juga banyak ditemui disana dan berbagai species burung. Dihalaman Telogo Putri juga disediakan kereta mini bagi para pengunjung untuk berkeliling menikmati hijaunya pemandangan di setiap sudut Kaliurang. Panggung budaya dan kesenian juga dibangun didepannya sebagai daya tarik dan pelestarian buadaya local.
Bagi yang sudah berkeluarga, disediakan tempat yang lokasinya sedikit ke bawah. Kawasan tersebut merupakan taman rekreasi anak Kaliurang. Hamparan taman yang luas dengan berbagai fasilitas penunjang merupakan wahana yang cocok untuk bersantai bersama keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar