Senin, 01 April 2013

Metode Ilmiah (BAHASA INDONESIA 2)


Nama           : Tuti Handayani
Kelas           : 19210344
NPM           : 19210344

Studi Kasus Bahaya Narkoba

            Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya. Seperti ungkapan ‘api kecil adalah kawan dan jika menjadi besar adalah lawan’. Ini ungkapan yang sangat pas untuk menggambarkan tentang narkoba.
            Dalam dunia medis, narkoba bisa menjadi obat-obat yang berkhasiat untuk penyembuhan. Penggunaan narkoba dalam dunia medis adalah legal. Nah yang menjadi penyalahgunaan adalah ketika seseorang yang mengkonsumsi narkoba tanpa adanya pengawasan dari seorang ahli kesehatan atau dokter. Bila seseorang menggunakan narkoba tanpa adanya pengawasan dari dokter akan sangat membahayakan si pengguna karena umumnya narkoba mengandung zat-zat beracun yang bisa menyebabkan pengguna narkoba akan selalu ketergantungan atau kecanduan terhadap obat-obatan tersebut, merusak organ-organ tubuh, mempengaruhi berkurangnya daya pikir seseorang atau membuat pikiran menjadi tidak rasional dan kerusakan otak secara permanen. Akibat yang lebih mengerikan lagi adalah berujung pada kematian.
            Dilihat dari segi penggunaannya, narkoba dibedakan menjadi 2 golongan. Yakni pengguna narkoba ‘jalanan’ (ilegal) dan penggunaan narkoba legal dalam dunia medis yang disalahgunakan. Dari penggolongan jenisnya, narkoba di bedakan menjadi 3 golongan besar yakni narkotika, psikotropika dan zat aditif lainnya. Ketiga jenis narkoba tersbut juga sering disebut dengan napza.
           
Data dan fakta menunjukkan persentase tertinggi penguna narkoba adalah anak-anak sekolah dan anak-anak remaja. Sedangkan lokasi tempat mereka ‘menikmati’ barang haram tersebut umumnya di kos-kosan, club-club malam, diskotik dsbnya. Mereka dijadikan sasaran empuk oleh para pengedar untuk mengeruk keuntungan dari penjualan barang haram tersebut. Tidak pada mereka saja, kalau kita menonton berita di tv banyak contoh kasus artis-artis yang terlibat dengan penggunaan narkoba. Bahkan ada yang tertangkap sampai 2 kali dalam kasus yang sama. Ini menunjukkan cengkeraman narkoba yang sangat hebat pada seseorang sehingga sulit untuk melepaskannya.
            Mengingat maraknya peredaran narkoba di Indonesia yang sepertinya hukum di Indonesia tidak membuat mereka (para pengedar atau bandar ) jera, selalu saja ada penyeledupan narkoba ke wilayah Indonesia. Ini menjadi tugas dan kewajiban kita sebagai orang tua untuk mengawasi dan lebih mewaspadai anak-anak kita di dalam pergaulan. Awasi tingkah laku dan pola hidup anak-anak. Orangtua harus peka terhadap perubahan sikap anak-anak yang memang kalau mereka terlibat penggunaan narkoba akan terlihat dengan sangat jelas. Kita patut dan wajib menjaga dan melindungi mereka dari serangan hal semacam itu. Begitu mereka terjerumus, adalah masalah besar di kemudian hari.
            Namun bagaimana dengan kita yang tidak mengerti atau awam terhadap hal itu? Nah berikut di bawah ini ada buklet-buklet dalam bentuk file PDFyang dapat didownload secara gratis yang sangat berguna untuk kita mengetahui dan mengenali jenis-jenis narkoba, efek samping penggunaan narkoba baik jangka pendek maupun jangka panjang serta kesaksian-kesaksian para pengguna narkoba.

Penjabaran dari suatu metode ilmiah tersebut adalah
sebagai berikut :
            Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
            Pengertian dari Ruang lingkup adalah Batasan. Metodologi penelitian ialah ilmu tentang metode-metode yang akan digunakan dalam melekukan suatu penelitian. Sebagai ilmu yang mempelajari metode-metode untuk melakukan penelitian, ruang lingkup pembahasannya meliputi Metode penelitian, Metode pengambilan sampel,Metode pengumpul dan inventarisasi data, Metode penyajian data dan Metode analisis data

1.      Metode Penelitian
Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan  tertentu. cara ilmiah berarti  kegiatan  penelitian itu didasarkan pada cirri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis.
  1. Rasional berarti kegiatan penelitian tersebut dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.
  2. Empiris berarti cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indra manusia, sehingga orang lainpun dapat mengamatinya.
  3. Sistematis berarti proses yang dilakukan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu bersifat logis.
Secara garis besar metode penelitian di bedakan atas tiga metode pokok, yaitu:

1)                       Studi kasus
Kasus artinya kejadian / peristiwa. Studi kasus berarti penelitian terhadap suatu kejadian atau peristiwa ini hendaknya tidak di artikan sebagai kejadian atau peristiwa biasa, yang menurut konsep bahasa inggris di sebut event. Suatu kejadian atau peristiwa yang mengundang masalah atau perkara, sehingga perlu ditelaah kemudian dicarikan cara penanggulangannya, antara lain melalui penelitian, seperti studa kasus yang dilakukan oleh psikologi. Dalam rangka mempelajari suatu masalah yang timbul akibat adanya gejala kriminal atau perdata, kemudian juga untuk dicari cara-cara penanggulangannya, melalui pendikatan hukum.

2)                       Eksperimen
Eksperimen artinya percobaan. Metode eksperien berarti metode percobaan untuk mempelajari pengaruh dari variabel tertentu terhadap variabel yang lain, melalui uji coba dalam kondisi khusus yang sengaja deciptakan. Dalam metode ini ditetapkan sedikitnya tiga variabel yang akan dihadapi. Pertama, variabel yang akan dipelajari pengaruhnya disebut variabel tidak terikat. Kedua, Variabel eksperimen. Ketiga. Variabel non-eksperimen. Variabel eksperimen ialah variabel yang dimanipulasi atau diberi perlakuan oleh variabel yang terikat, disebut non-eksperimen ialah variabel yang tidak dimanipulasi tetapi difungsikan sebagai alat kontrol dan oleh sebab itu variabel ketiga ini disebut variabel kontrol.

3)                       Survei
Survei artinya pemeriksaan / pengukuran. Metode survei berarti metode pemeriksaan dan pengukuran metode penelitian yang dilakukan untuk mengadakan pemeriksaan dan pengukuran-pengukuran terhadap gejala empirik yang berlangsung dilapangan atau lokasi penelitian, umumnya dilakukan terhadap unit sampel yang dihadapi sebagai responden dan bukan terhadap seluruh populasi sasaran.

2.      Metode Pengambilan Sampel
Sampling
- Definisi: adalah cara atau teknik yang digunakan untuk mengambil sampel.
- Sampel yang terpilih disebut responden.
- Cara pengambilan sampel:
a. Random atau probability sampling
b. Nonrandom atau nonprobability sampling

Random Sampling
            Definisi: suatu cara mengambil sampel dengan tidak memilih-milih individu yang akan dijadikan responden. Seluruh individu dalam populasi diberi kesempatan yang sama untuk dijadikan responden. Sampel yang dipilih dengan cara demikian disebut simple random sample.
Metode pengambilan sampel acak sederhana dengan cara:
a. Cara undian
b. Menggunakan ‘Tabel Bilangan Randon’
Non-random Sampling
- Definisi: dalam pemilihannya, satuan-satuan dalam populasi tidak diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel atau menjadi responden. Sampel dipilih oleh peneliti berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu
- Jenisnya: convenience sampling, purposive sampling, dan quota sampling.


3.        Metode Pengumpul dan inventaris data
Dalam penulisan karya ilmiah, pengumpulan data merupakan salah satu hal yang harus dilakukan guna mencapai tujuan penulisan. Ada 3 metode pengumpulan data, yakni :
1.      Wawancara
·         Merupakan sebuah pertukaran informasi antara pewawancara dengan yang diwawancarai.
·         Perlu ada perencanaan dan tujuan khusus.
·         Terdiri dari pertanyaan dan menjawab pertanyaan.
·         Tujuannya mendapatkan informasi dari narasumber/informan untuk keperluan proses pengambilan maupun evaluasi kebijakan publik.

     2. ObservasI
  • Menurut Nawawi & Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.
  • Menurut Patton (dalam Poerwandari 1998) tujuan observasi adalah mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian di lihat dari perpektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati tersebut.
3. Kuisioner
  • Kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang akan digunakan oleh periset untuk memperoleh data dari sumbernya secara langsung melalui proses komunikasi atau dengan mengajukan pertanyaan.

4.        Metode Penyajian data
Beberapa konsep penyediaan data dalam penelitian ini tersaji dalam beberapabentuk antara lain;
• Grafik : tampilan ini digunakan untuk menunjukkan tingkatan atau kondisisebuah perkembangan yang memiliki nilai sehingga diketahui perkembangansebuah kondisi atau proporsi sebuah kondisi yang dapat ditampilkan dalamdiagram yang memiliki nilai.
•Tabel : tabel digunakan untuk menunjukkan data yang sifatnya tabular sepertidata SWOT dan strategi rencana perluasan Pelabuhan Jambi.
•Peta : digunakan untuk menunjukkan sebuah kondisi sehingga jelas kondisipengembangan wilayah. Data yang dapat dipetakan biasanya memuat unsuradministratif lokasi. Secara isi, peta yang disajikan dalam penelitian inibersumber dari standar peta Bakosurtanal dengan kedetailan 1: 50.000

5.      Metode analisis data
Data yang telah peneliti kumpulkan selama mengadakan penelitian perlu diolah dan dianalisis dengan penuh ketelitian, keuletan dan secara cermat sehingga mendapatkan suatu kesimpulan tentang obyek-obyek penelitian yang baik. Menurut Nazir (1983 : 358) “Analisis data adalah mengelompokkan, membuat suatu urutan, memanipulasi serta menyingkatkan data sehingga mudah untuk dibaca.” Berdasarkan definisi tersebut, analisis data dapat dikatakan sebagai suatu cara untuk mengolah dan memaparkan data secara terorganisir dan sistematis.
Macam-macam data penelitian
        Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat sketsa dan gambar.
         Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan.
        Data diskrit (data nominal) adalah data yang hanya dapat digolong-golongkan secara trepisah, secara diskrit atau kategori.
        Data kontinum adalah data yang bervariasi menurut tingkatan dan diperoleh dari hasil pengukuran.
         Ordinal adalah data yang berbentuk rangking atau peringkat.
          Interval adalah data yang jaraknya sama tetapi tidak mempunyai nilai 0 (nol) mutlak.
         Rasio adalah data yang jaraknya sama.
         Variable adalah atribut seseorang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain.
Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis induktif dan deduktif. Analisis induktif yang artinya dengan menguraikan peristiwa-peristiwa atau data-data yang bersifat khusus untuk kemudian mengumpulkannya dengan bersifat general. Sedangkan analisis deduktif artinya menguraikan peristiwa yang bersifat umum untuk kemudian mengumpulkannya dengan sifat khusus. Jadi, analisis data merupakan langkah lanjutan dari kegiatan pengumpulan data. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan maksud agar data itu mempunyai arti dan mampu memberikan keterangan tentang populasi.


            Dari kasus yang tertulis di atas kaitannya dengan pemakaian/penjabaran metode ilmiah adalah :
Istiah narkotika berasal dari bahasa Inggris “Narcotics” yang berarti obat bius, sama artinya dengan “Narcosis” dalam bahasa Yunani yang berarti menidurkan atau membiuskan. Secara umum pengertian narkotika adalah : suatu zat yang dapat menimbulkan perubahan perasaan, suasana pengamatan/penglihatan karena pengaruhnya terhadap susunan saraf pusat.
Dalam Undang-Undang RI No 22/1997 tentang narkotika, yang termasuk narkotika adalah:
·         Tanaman Papaver Somniverum, Opium mentah, Opium masak, Opium obat, Morfina.
·         Tanaman Koka, daun Koka, Kokaina mentah, kokaina, Ekgonina
·         Tanaman Ganja, daun Ganja
·         Garam-garam dan turunan dari Morfina dan Kokaina
·         Bahan-bahan lain baik ilmiah maupun sintetic yang dapat dipakai sebagai pengganti Morfina dan Kokaina
·         Campuaran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan dalam a,b dan c

DAMPAK PENYALAH GUNAAN NARKOBA
1. Aspek Yuridis
Tindak Pidana narkotika
Sangsi bagi pelaku penyalahgunaan narkotika sesuai UU. 22 Th 11997,diklasifikasikan sebagai berikut:
·         Sebagai pengguna dikenakan ketentuan pidana pasal 78 dengan pidana 4 tahun
·         Sebagai pengedar dikenakan ketentuan pidana pasal 81 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun/seumur hidup/mati + denda.
·         Sebagai produsen dikenakan ketentuan pidana pasal 80 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun/seumur hidup/mati + denda
            Secara prinsip penangulangan penyalahgunaan narkoba akan lebih baik dan efektif jika dilakukan sejak dini (upaya preventif) secara simultan dan holistik,yaitu sinergi peran keluarga/orang tua, masyarakat termasuk pemuda, aparat kepolisian dan individu pemakai yang bersangkutan.
            Faktor-faktor penyebab merupakan demand yang mempengaruhi orang menjadi pemakai.Sementara produsen dan pengedar bertindak sebagai supply. Ini merupakan mata rantai yang harus diputus sebagai upaya penanggulangannya. Keluarga dan masyarakat mungkin lebih tepat melakukan penanganan dari aspek demandsupply.
            Cara penanggulangan yang dilakukan berdasarkan aspek demand antara lain sebagai berikut: sementara aparat kepolisian dapat terfokus pada Pendektesian Terhadap Anak.
·         Perhatikan perubahan pada diri si anak (bohong,bolos,bengong bego, dan bodoh);
·         Perhatikan prestasi, aspirasi dan masalh yang ada di sekolah.Perhatikan kegiatan keagamaan si anak dan harga diri si anak.
·         Perhatikan perubahan emosi dan hubungan anak dan orang tua.
Pendekatan Psikologis

Faktor Individu
·         Ciptakan hubungan akrab dalam keluarga
·         Ciptakan kesadaran bahwa keberhasilan dan kegagalan merupakan usaha sendiri, orang lain hanya Fasilitator
·         Libatkan secara intensip si anak terhadap aktivitas keagamaan.

Faktor Keluarga
·         Ciptakan keharmonisan dalam keluarga , hilangkan jarak antara orang tua dengan membangun suasana demokratis
·         Ciptakan komunikasi yang produktif dan terapkan aturan yang jelas.
Faktor Teman Sebaya, Sekolah dan Lingkungan
·         Perhatikan prestasi belajar anak dan terus memberi semangat
·         Cermati latar belakang dan prilaku teman-teman terdekat si anak
·         Cermati jika ada perubahan kebiasaan si anak dari biasanya
·         Lakukan pengawasan terhadap alat-alat sekolah, jikalau ada hal yang aneh

PERAN PEMUDA
a.       . Penting sekali menumbuhkan kesadaran akan bahayanya penyalahgunaan narkoba, sehingga paling sedikit dapat memproteksi diri dari pengaruh luar (ajakan teman).
b.      Penting sedikit mengenal dan memahami apa itu narkoba, agar tahu mana sesuatu yang berbahaya sehingga memperkecil diperdaya orang.
c.       Menjadi yang terdepan dalam keluarga untuk menghidarkan anggota keluarga dari bahaya penyalahgunaan narkoba, jangan sebaliknya menjadi pelaku
d.      Menumbuhkan gagasan-gagasan dalam bentuk kegiatan positif (kreatif) yang dapat mengalihkan perhatian teman-teman sebaya untuk terpengaruh oleh narkoba
e.       Dapat menjadi mitra aparat, setidaknya sebagai informasi terhadap indikasi penyalahgunaan narkoba

Sumber :





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar