Selasa, 23 Oktober 2012

Latar Belakang Masalah (Metode Riset)

-->
Nama            : Tuti handayani
KLS             : 3EA13
NPM            : 19210344

        TEMA  :  Kepuasan Konsumen Dalam Pelayanan di Bidang                   
                       Waralaba Berbentuk Retail Mini Outlet

1.1  . Latar Belakang
Di zaman era modern ini telah kita ketahui bahwa perekonomian semakin meningkat, krisis moneter merajalela, semua harga pokok bahan pangan, sandang, papan pun meningkat dari harga sebelumnya. Di bandingkan dengan zaman dahulu yang mana harga masih di atas normal tidak membuat rakyat menderita, tidak seperti sekarang di zaman modern ini. Selain itu pada zaman ini lapangan kerja pun semakin berkurang, sehingga menimbulkan banyaknya pengangguran. Dan di zaman era modern sekarang ini persyaratan penerimaan karyawan minimal pendidikan D3 atau S1. Sedangkan tidak seluruh masyarakat di duinia ini mampu melanjutkan sekolahnya ke jenjang D3 atau S1. Hal ini menimbulkan banyaknya pengangguran, tetapi banyak juga dari mereka yang mendirikan usaha-usaha kecil, seperti : warung kopi, warung sembako, toko bahan pangan dan lain sebagainya, karena mereka berfikir jika menganggur maka tidak ada pemasukan uang untuk kelangsungan hidup mereka maka dari itu mereka membuka usaha sendiri. Karena dengan membuka usaha sendiri tidak diperlukan atau persyaratan ijazah kita hanya butuh modal, keberanian, dan sebuah ide cemerlang untuk kelangsungan usaha jangka panjang yang akan dijalankannya.
Tetapi setelah diselidiki ternyata keuntungan dari usaha kecil tersebut tidak sebanding dan tidak sebesar dari keuntungan usaha waralaba. Karena usaha waralaba merupakan sistem duplikasi kesuksesan bisnis dari franchisor yang notabene telah memiliki usaha yang terbukti sukses, memiliki merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha(SOP) kepada entrepreneur (franchise) yang belum mengerti dan paham tentang bisnis. Pendek kata adanya franchise memudahkan orang untuk menjadi entrepreneur dan yang lebih dasyat lagi, tingkat keberhasilan usaha relatif lebih besar bila dibandingkan dengan memulai usaha sendiri dari nol.trans “Waralaba”, Apa Keuntungannya?trans “Waralaba”, Apa Keuntungannya?Usaha waralaba itu terdiri dari beberapa jenis usaha tetapi yang akan penulis bahas dan yang dimaksud di sini adalah usaha waralaba dalam bentuk retail mini outlet seperti : alfamart, indomart, yomart. Sekarang mini outlet seperti : alfamart, indomaret, yomart sudah banyak ditemukan di mana-mana. Bahkan warung-warung kecil merasa tertindas dengan adanya banyaknya bermunculan minioutlet di setiap sudut daerah, karena hampir setiap 500M setelah pasar tradisional terdapat mini outlet. Karena memang usaha ini adalah usaha yang menjanjikan dengan keuntungan yang besar, karena setelah ditelaah ternyata ada beberapa alasan yang cukup layak untuk mempertimbangkan bisnis mini outlet sebagai salah satu pilihan.
Dengan banyaknya mini outlet disetiap daerah disambut hangat oleh masyarakat, karena kebanyakan dari masyarakat lebih memilih berbelanja di mini outlet tersebut dibanding di warung-warung kecil. Karena fasilitas yang diberikan oleh mini outlet ini memberikan kepuasan sendiri di mata pelanggan. Seperti : tempat, kenyamanan, harga, promosi-promosi dan lain sebagainya. Maka sang pengusaha mini outlet ini pun harus selalu memberikan ide-ide yang dapat membuat konsumen selalu puas bahkan ketagihan bila berbelanja. Karena bila konsumen merasa puas maka konsumen akan terus menerus berbelanja di suatu mini outlet tersebut tidak akan berpindah – pindah tempat belanja. Yang mana hal ini akan menghasilkan sisi positif di mata konsumen dan memberikan keuntungan bagi sang pengusaha mini outlet tersebut.
Maka pengusaha mini outlet harus memikirkan bagaimana cara untuk tetap memberikan kepuasan dan menarik perhatian konsumen. Pengusaha mini outlet seharusnya selalu memberikan program- program yang dapat memberikan konsumen lebih puas dan nyaman berbelanja di outlet tersebut. Tetapi program – program ini bukan yang dapat merugikan konsumen. Jangan sampai memberikan efek negatif kepada konsumen karena itu akan mengakibatkan kehilangan konsumen dan kerugian dalam bisnis ini.
1.2    . Perumusan Masalah
1.      Apa alasan para entreperneur untuk memilih bisnis waralaba mini outlet sebagai pilihan bisnisnya?
2.      Mengapa mini outlet / mini market banyak didirikan di setiap sudut, dan harus 500M setelah pasar tradisonal?
3.      Program – program apakah yang dapat memberikan kepuasan pada konsumen dan dapat menarik perhatian konsumen untuk berbelanja?

1.3    . Tujuan
1.      Untuk menganalisis hal-hal apa saja yang dapat memberikan kepuasan pada konsumen saat berbelanja di mini outlet/mini market
2.      Untuk mengetahui suatu kelayakan konsumen berbelanja di suatu mini outlet/mini market









Minggu, 21 Oktober 2012

Tema (Metode Riset)


Nama      : Tuti Handayani
Kelas       : 3EA13
NPM       : 19210344

TEMA  :  Kepuasan Konsumen Dalam Pelayanan di Bidang Waralaba
                 Berbentuk Retail Mini Outlet
Di zaman ini sudah banyak bermunculan persaingan-persaingan dalam usaha.Misalnya saja persaingan dalam perdagangan produk-produk kebutuhan rumah tangga sehari-hari . Sekarang ini sudah banyak bermunculan para usaha waralaba berbentuk retail mini outlet misalnya : alfamart, indomart, yomart, karena usaha waralaba ini salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba. Dengan ini para pengusaha warung-warung kecil bisa dibilang sedikit terkalahkan, karena konsumen kebanyakan lebih memilih berbelanja ke retail mini outlet tersebut, karena mungkin pelayanannya lebih memuaskan, kelengakapan barang dagangannya, pilihan yang bervariasi, tempat yang nyaman, adanya promosi barang yang menggiurkan dan harga terjangkau. Tetapi dengan ini bukan berarti warung-warung kecil mundur atau gulung tikar, tetapi mereka tetap berusaha terus-menerus untuk memberi pelayanan semaksimal mungkin sehingga bisa menarik perhatian konsumen kembali. Walaupun usaha waralaba  yang berbetuk retail mini outlet ini hingga saat ini tetap unggul di mata konsumen.

Jurnal 3 (Metode Riset)

-->
        Analisis Variabel Pembentuk Kepuasan Konsumen Pada Ritel Minimarket
Alfamart dan Indomaret Di Wilayah Pesanggrahan Jakarta Selatan

Tema           : Kepuasan konsumen
Masalah       : mencari tahu variabel yang dominan dengan menguji variabel-variabel
                      pembentuk kepuasan konsumen pada usaha ritel minimarket Alfamart Dan
                      Indomaret
Judul           : Analisis Variabel Pembentuk Kepuasan Konsumen Pada Ritel Minimarket
                     Alfamart dan Indomaret Di Wilayah Pesanggrahan Jakarta Selatan
Pengarang   : HENDRIKUS ARINANDA
Tahun          : 2010

a)      Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengalami perkembangan dan kemajuan yang cukup pesat. Sektor ritel dan pusat perbelanjaan menunjukkan perkembangan yang signifikan serta memberikan kontribusi positif dalam pemulihan ekonomi Indonesia. Perkembangan perekonomian memegang peranan yang penting dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang maju khususnya di kota-kota besar, telah terjadi perubahan di berbagai sektor termasuk di bidang industri dan produksi serta pada kegiatan ritel di Indonesia menjadi usaha ekonomi berskala besar. Di sisi lain juga terjadi pergeseran gaya hidup dari tradisional menjadi modern, sehingga menciptakan perubahan pola belanja konsumen terutama di kota Jakarta.
Bentuk usaha ritel yang mengalami perkembangan cukup pesat adalah minimarket. Dewasa ini bermunculan minimarket dengan berbagai fasilitas yang semakin lengkap. Pada dasarnya keberhasilan usaha ritel terletak pada penyediaan produk sehari-hari, baik secara kualitas maupun kuantitas serta harga yang terjangkau terutama bagi masyarakat berpenghasilan sedang.
Dengan melihat banyaknya keinginan konsumen yang beraneka ragam, memberi peluang besar bagi para pelaku bisnis untuk mendirikan ritel minimarket di Wilayah Pesanggrahan Jakarta Selatan. Hal ini disebabkan karena letak daerah yang strategis dan dikelilingi oleh komplek perumahan. Dalam hal ini penulis ingin mengetahui kepuasan konsumen dengan mempertimbangkan variabel-variabel pembentuk kepuasan konsumen dalam berbelanja di ritel minimarket Alfamart dan Indomaret.
b)      Tujuan
Penulis ingin mengidentifikasi variabel pembentuk kepuasan konsumen dan juga ingin mengetahui variabel yang paling dominan dalam membentuk kepuasan konsumen pada ritel minimarket Alfamart dan Indomaret.
c)      Metode Penelitian
Metode Pengumpulan Data Sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan, yaitu penelitian deskriptif. Maka metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survei, yaitu teknik pengumpulan data primer yang diperoleh secara langsung. Survei dilakukan kepada para konsumen ritel minimarket Alfamart yang terletak di Jalan Bintaro Permai Raya No. 44 dan Jalan Merpati Raya No. 1, ritel minimarket Indomaret yang terletak di JalanPesanggrahan Raya No. 3 dan Jalan M. Saidi Raya No. 109 dengan mengajukan kuesioner kepada 100 orang responden.
Teknik pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Penelitian terhadap pernyataan diberi
bobot nilai 5 untuk penilaian Sangat Setuju, bobot nilai 4 untuk penilaian Setuju, bobot nilai 3 untuk penilaian Cukup Setuju, bobot nilai 2 untuk penilaian Tidak Setuju, bobot nilai 1 untuk penilaian Sangat Tidak Setuju.
d)     Variabel Penelitian
Indikator pengukur variabel yang digunakan adalah variabel lokasi, variabel promosi, variabel harga, variabel kelengkapan produk, dan variabel pelayanan
e)      Metode Analisis Data
Metode penelitian yang digunakan adalah metode statistik dengan mengggunakan analisis validitas dan reliabilitas, analisis faktor, analisis korelasi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS versi 11.0.
f)       Analisis dan Pembahasan  
Analisis Korelasi
Berdasarkan penelian dihasilkan hasil korelasi sebagai berikut:
a. Hubungan antara Lokasi dengan Promosi.
Koefisien korelasi bertanda positif sebesar 0.600 menunjukkan hubungan Lokasi dengan Promosi searah.
b. Hubungan antara Lokasi dengan Harga.
Koefisien korelasi bertanda positif sebesar 0.490 menunjukkan hubungan Lokasi dengan Harga searah.
c. Hubungan antara Lokasi dengan Kelengkapan Produk.
Koefisien korelasi bertanda positif sebesar 0.539 menunjukkan hubungan Lokasi dengan Kelengkapan Produk searah.
d. Hubungan antara Lokasi dengan Pelayanan.
Koefisien korelasi bertanda positif sebesar 0.596 menunjukkan hubungan Lokasi dengan Pelayanan searah.

e. Hubungan antara Promosi dengan Harga.
Koefisien korelasi bertanda positif sebesar 0.642 menunjukkan hubungan Promosi dengan Harga searah.
f. Hubungan antara Promosi dengan Kelengkapan Produk.
Koefisien korelasi bertanda positif sebesar 0.675 menunjukkan hubungan Promosi dengan Kelengkapan Produk searah.
g. Hubungan antara Promosi dengan Pelayanan.
Koefisien korelasi bertanda positif sebesar 0.468 menunjukkan hubungan Promosi dengan Pelayanan searah.
h. Hubungan antara Harga dengan Kelengkapan Produk.
Koefisien korelasi bertanda positif sebesar 0.644 menunjukkan hubungan Harga dengan Kelengkapan Produk searah.
i. Hubungan antara Harga dengan Pelayanan.
Koefisien korelasi bertanda positif sebesar 0.625 menunjukkan hubungan Harga dengan Pelayanan searah.
j. Hubungan antara Kelengkapan Produk dengan Pelayanan.
Koefisien korelasi bertanda positif sebesar 0.596 menunjukkan hubungan Kelengkapan Produk dengan Pelayanan searah.   
g)      Kesimpulan
Dari lima variabel yang telah diuji dan dianalisis dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Hubungan antar variabel pembentuk kepuasan konsumen pada ritel minimarket Alfamart danIndomaret adalah signifikan.
2. Variabel lokasi, promosi, harga, kelengkapan produk, dan pelayanan mampu membentuk kepuasan konsumen pada ritel minimarket Alfamart dan Indomaret.
3. Dari lima variabel yang paling dominan membentuk kepuasan konsumen pada ritel minimarket Alfamart dan Indomaret adalah variabel harga.
        h) Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat dijadikan acuan bagi para pengusaha ritel untuk dapat memenuhi kepuasan konsumennya . dimana variabel yang paling dominan adalah variabel harga. Maka sebaiknya para pengusaha ritel menggunakan harga sebagai pembentuk kepusan konsumennya, sehingga nantinya makin banyak konsumen yang berbelanja di ritel mereka.
Sumber  :  http://ardimaswahyu.blogspot.com/2010/11/review-3.html